Catatan pribadi

Posted on 12 November 2010. Filed under: CATATAN PRIBADI | Tag: |

Pembasmi Kanker
Kanker adalah satu diantara sekian momok yang menakutkan didunia ini. Bagi orang yang punya banyak duit, mungkin tidak ada rasa cemas. Namun bagi orang yang ber-ekonomi lemah, itu sungguh2 menakutkan. Satu catatan yang perlu dipertimbangkan, yakni bila seseorang mengindap kanker lalu diangkat/ dioperasi, pengangkatan tidak menjamin kesembuhan 100 % sembuh total, kalau tidak dikatakan gagal. Rata2 setelah pengangkatan, banyak yang mengalami kambuh lagi, bahkan lebih ganas dari pada kanker sebelum dioperasi. Dari peristwa seorang saudara saya yang mengindap kanker dilengan dekat siku kanannya yang diangkat, ternyata kanker itu kambuh lagi setelah beberapa waktu lamanya, padahal sudah mengkonsumsi obat-obatan yang didatangkan dari luar negeri yang tentunya tidak murah. Dari kambuhnya yang kedua kalinya itu akhirnya terpaksa diamputasi, setelah amputasi, yaaa lumayan bisa bertahan hidup beberapa bulan yang tentunya juga menanggung beban hidup yang tidak enteng juga. Atas kemuahan Tuhan akhirnya teman dan juga saudara se-iman itu di panggil Tuhan jua.
Dari kejadian diatas, saya berusaha mencari informasi mengenai pengobatan alternatif khususnya kanker. Kebetulan waktu itu saya masih suka membeli Trubus dan Posmo. Dari dua sumber itulah saya dapatkan obat alternatif kanker yang cukup handal walaupun belun bisa dibuktikan laboraturium, tapi pembuktiannya adalah langsung praktek lapangan.
Satu catatan penting dan harus di ingat adalah obat ini TIDAK BOLEH UNTUK PENCEGAHAN tapi HANYA BOLEH UNTUK PENYEMBUHAN saja, artinya sebelum menggunakan cara alternatif ini kita harus yakin bahwa orang tersebut positif menderita kanker dengan bukti dari laboratorium kedokteran, bahkan bila perlu lebih dari satu dokter.
Adapun bahan obat penghancur kanker adalah KELADI TIKUS yang hidup disepanjang pantura jawa, disekitar daerah Pekalongan. Kenapa Pekalongan ? karena yang telah membuktikan ini mendapatkannya di daerah Pekalongan yang tentunya sudah mencari2 keseluruh pelosok daerah.
Caranya :
Ambil KELADI TIKUS lengkap dari akar, daun dan bunganya seberat 50 gram terus di haluskan atau ditumbuk, tapi tidak disarankan di blender. Setelah halus diperas airnya sekitar satu gelas. Endapkan di dalam gelas sekitar 15 menit. Setelah 15 menit didalam gelas akan terlihat endapan bagian atas berwarna bening dan bagian bawah berwarna hijau, bagian yang bening itulah yang diminum, jangan yang bagian bawah / hijau. Lakukan sehari 2 kali dengan ramuan yang baru lagi. Tidak makan watu lama kanker akan mengering dan musnah, dan tidak akan kembali lagi. Bila di minum rasanya di leher gatal dan getir/getar, untuk itu sewaktu menggerus/menumbuk keladi tikus tangan menggunakan kaos tangan plastik/karet.
Walau begitu, sampai tulisan ini saya buat, belum ada seorangpung disekitar saya yang mau percaya dan menjalaninya. Biarlah begitu, karena nasib orang itu memang harus demikian.
Semoga bermanfa’at bagi umat didunia ini.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: